TIPS & ARTIKEL

Film 12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya Mulai tayang hari ini diseluruh bioskop - bioskop indonesia

irwanto | Rabu, 29 Januari 2014 - 13:39:55 WIB | dibaca: 4110 pembaca

Jakarta - Industri layar lebar Indonesia kembali dihadiahi film motivator. Kali ini bukan dari sepakbola atau olahraga lainnya, melainkan Marching Band dalam film yang berjudul '12 Menit: Kemengan Untuk Selamanya'.

Film garapan sutaradara Hanny R. Saputra itu diangkat dari kisah nyata penuh emosi tentang kehidupan anak-anak penggiat Marching Band di Kota Bontang. Sebuah kota kecil di ujung timur Kalimantan Timur yang ternyata banyak menyimpan potensi seni musik.

Mengatasnamakan Marching Band Bontang PKT (MBBPKT), Hanny R. Saputra ingin menunjukkan bahwa anak-anak dari daerah kecil ini tidak pernah berhenti berjuang. Latihan selama ribuan jam hanya untuk tampil maksimal selama 12 menit di kejuaran tingkat nasional.

"Saya sangat bersyukur sekali jika film ini bisa mendapat apresiasi dengan baik. Ini film pertama saya tentang motivasi. Saya hanya melihat bahwa MBBPKT ini adalah sebuah percontohan dimana 130 anak bisa berjuang mencapai satuju tujuan," ungkap sang sutradara saat press screening di Kuningan City, Jakarta Selatan,

Mengambil dua set lokasi utama, yaitu di Bontang dan Jakarta, '12 Menit: Kemengan Untuk Selamanya' menampilkan Titi Rajo Bintang, Verdy Solaiman, Olga Lidya, Nobuyuki Suzuki, Didi Petet dan aktris pendatang baru Amanda Sutanto.

Tidak ketinggalan, dua pemain MBBPKT yang didaulat menjadi tokoh utama, yaitu Hudri dan Arum serta 130 pemain MBBPKT asli yang berperan sebagai satu unit Marching Band.

"Awalnya saya nggak mau ya. Bagaimana, akting itu kan bukan bidang saya, tetapi demi nama tim dan ingin menunjukkan ke orang-orang bahwa saya bisa melakukan sesuatu yang lain," tutur Hudri yang saat ini menjabat sebagai pelatih di MBBPKT.

Titi Rajo Bintang sendiri yang berperan sebagai pelatih pun mengaku kagum dan senang mendapatkan kesempatan ini.

"Saya kagum sekali, tidak banyak orang yang bisa mengikat 130 orang dengan karakter dan kemampuan yang berbeda untuk menghasilkan satu bunyi dan satu kemenangan," tutur Titi Rajo Bintang.

Proses syuting sendiri memakan waktu selama 37 hari sejak bulan Desember 2012 lalu, tepat bersamaan di lokasi kompetisi tahunan GPMB diadakan. "Saya pikir, kalau tidak pas GPMB tidak dapat semangatnya. Ada yang kurang auranya," jawab Hanny R. Saputra mengenai alasan waktu syuting.

"Harus diakui ini film yang sulit, tapi juga harus tahu bahwa ini bukan sekedar film MBBPKT. Tapi ini film untuk semua orang yang tidak mau berhenti untuk mewujudkan mimpinya. Saya mungkin bisa katakan bahwa, inilah film inspirasional tentang Marching Band pertama di Indonesia. Mungkin 10 tahun lagi juga belum tentu ada," tutup Eksekutif Produser Regina Septapi.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar